Izinkan Aku Berkisah


Bagaimana menurutmu jika kukisahkan satu kisah tentang rindu..

yang merekah perlahan sejak kau mulai mengeja kata ‘mandiri’,

yang tumbuh subur pada setiap malam, yang dulunya kalian isi dengan dongeng-dongeng masa kecil, atau obrolan-obrolan ringan masa kanak dan remajamu..

yang menitis deras setiap kali gerimis membasahi bumi, yang dulunya pertama kali ia ajarkan lagu rintik hujan pada sosok mungilmu,

yang menggelung diam dalam samudera perjalanannya bersamamu..

Bagaimana menurutmu jika kukisahkan tentang air mata..

yang ia sembunyikan dengan seribu ketegaran di depanmu,

namun mengalir sunyi dalam sepertiga malam untuk mendo’akanmu..

yang menemaninya dalam rindu pada sosokmu nun jauh darinya,

yang menyapa air wudhu’ dalam wajahnya yang selalu penuh cinta..

Ia adalah ratu kasih sayang,

yang dengannya ia mengalirkan kehangatan pada kehidupanmu,

yang singgasananya Allah janjikan di surga..

Kakak harus semangat (saat ia mengantarmu ke tempat berjuangmu saat ini)

Yang penting Kakak sehat (saat kau meneleponnya dan bercerita tentang kekhawatiranmu akan ujian akhir semester)

Yang penting Kakak selesai kuliah dulu (saat kau mengisahkan target-targetmu tentang masa depan)

Ummi sayang Kakak (saat kau tak tahu lagi harus berkata apa)

Ia mencintaimu dengan sederhana..

Bagaimana jika kukisahkan bahwa sosok itu,

adalah Ummi,

adalah Ibu,

adalah Mama,

adalah perempuan yang Allah amanahkan untuk menemanimu tumbuh menjadi hamba yang bertaqwa pada-Nya..

Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama 30 bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai 40 tahun, dia berdo’a, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk-Mu agar dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang mulim.” (QS Al Ahqoof 46 : 15)

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

2 Comments

  1. WithHeart

     /  March 5, 2012

    “Ia mencintaimu dengan sederhana” nice.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: