di sini


“semua orang memintamu keluar”

wajah itu mendesah resah di tepi jendela,

menungguku merapihkan kepingan-kepingan senja yang terserak

“apakah kau juga?”

wajah itu menjauh dari sudut cahaya menelisik masuk

“aku memberitahumu, tapi tak masalah jika kau belum ingin.”

sementara aku menggores-gores lantai dengan kapur yang baru kutemukan,

jika memang demikian,

biarkan aku mengumpulkan kepingan-kepingan ini,

izinkan aku menyelesaikannya.

wajah itu menatap lekat,

senyumnya lembut bernada,

“buat kepingan-kepingan itu gambar utuh yang indah.”

aku tersenyum,

di sini, aku akan menyelesaikannya, di sini.

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: