Penghapus Hologram


“Keinginan besarku saat ini adalah menghapus namamu,” aku berbisik.

Kau hanya terdiam acuh. Tentu saja, berhentilah berpura-pura mendengarkan.

Atau, selama ini memang kau tak pernah mendengarkan?

Wajahmu tenang sedatar air yang tak tersapa angin atau dedaunan jatuh.

Baiklah, aku hanya berbicara di dimensi yang berbeda, dan kau tak akan pernah paham.

“Bagaimana makna menghapus yang sebenarnya?” kau bergumam.

Aku mengangkat tanganku yang kebas.

“Menjauh dari sini, itu cukup. Memohon pada-Nya agar Ia mengampuniku. Agar aku lupa.”

“Baiklah.”

Lalu kau menjelma hologram, pergi bebas seperti sedia kala.

Advertisements
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: