Jilbabku, Bahagiaku


Mengenakan jilbab adalah kebahagiaan untukku..

karena aku belajar menyempurnakan taatku pada Allah,

aku belajar ridho atas apa yang Allah sukai untukku,

karena dalam ridho-Nya selalu ada kebaikan dan hikmah besar bagi hidupku

Kalau kita percaya sama seseorang, omongannya pasti kita dengar, kan? Saat sahabat terdekat kita memberi saran atau memberi semangat, kita turuti.

Begitu juga dengan keimanan kita. Saat kita yakin dan percaya sama Allah, harusnya kita bersegera untuk taat. Saat Allah memerintahkan sesuatu, pasti itu yang terbaik untuk kita. Allah yang Paling Mengerti kita, Allah yang Paling Mencintai kita. Kenapa kita masih sering ragu?

Jilbab adalah kebahagiaan untukku..

karena ia adalah penyemangat agar aku bisa menjadi istimewa seperti istimewanya ia,

agar aku bisa senantiasa menjadi lebih baik seperti kebaikan yang ia tampilkan,

karena ia adalah cerminan dan reminder diri,

bahwa aku ingin meneladani para wanita-wanita terbaik dalam Islam,

setangguh Ibunda Khodijah, secerdas Aisyah, seberani Nusaibah, selembut Fathimah, sekuat Ummu Salamah, sepandai Asma, setegar Ummu Sulaim, juga sespesial wanita-wanita lain yang menjadikan keimanan sumber segala keistimewaan mereka..

 

Jilbab adalah produktivitas yang membuatku bergerak

Jilbab adalah oase yang memberiku sejuk

 

Jilbab adalah kebahagiaan untukku..

yang mengingatkanku untuk jujur dan menjadi kejujuran sebagai bagian kebahagiaanku

yang mengingatkanku untuk bersemangat dan menjadikan semangat itu nyala dalam dadaku

yang menyemangatiku bermanfaat karena seorang muslimah yang dicintai Allah adalah ia yang paling bermanfaat bagi saudaranya yang lain..

Pakaian ini, lambang kebebasan kami. Pakaian ini, membuat orang menilai kami dengan siapa kami, bukan bagaimana fisik kami. Orang menilai kami berdasarkan kecerdasan kami, kebaikan sifat kami, bukan berdasarkan seksi atau tidaknya tubuh kami. Itulah pembebasan yang saya maksud. Pembebasan dari cara pandang yang mengukur kami dari kurus gemuknya badan kami, besar atau kecilnya betis kami. Bahwa kami, kita, wanita, lebih dari sekedar onggokan daging. Pakaian ini membebaskanmu dari diet yang menyiksa. Pakaian ini bukti bahwa kita bisa mengontrol siapa saja yang bisa melihat kita, siapa yang bukan. Kita dengan sendirinya terbebas dari santapan mata-mata pria nakal. Pakaian seperti ini adalah salah satu fashion !”

(Pingkan, dalam Sehangat Mentari Musim Semi, oleh Teh Imun)

Maka, saat kebahagiaan diri menyatu dengan tuntunan Allah Sang Pencipta Yang Maha Cinta, itulah kebahagiaan hakiki.

Surga nan megah hadiahnya, insya’Allah :’)

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: