Galau Akademik


ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);

Semenjak masuk kuliah, saya sering sekali mendengar kata galau. Sampai saya bingung makna sebenarnya apa. Oke, saya cenderung setuju dengan pengertian pikiran tidak karuan (setahu saya karuan, ternyata di KBBI keruan, haha).

Dari sekian banyak galau, yang selalu terasa kental di FK adalah galau akademik. Sebelum ujian, pikiran-pikiran tentang akademik benar-benar nggak karuan, datang, pergi, datang lagi, sampai bahayanya bisa membuat stuck. Pernah merasa saking banyaknya hal yang dipikirkan sampai-sampai freeze, membeku, bingung apa yang harus diperbuat terlebih dahulu? Kira-kira demikian rasanya. Terutama jika ditambah lagi dengan keharusan bergerak lebih awal untuk mendesain rancangan-rancangan organisasi setahun ke depan.

Subhanallah..

Menarik napas pun rasanya rehat yang membahagiakan.

Kesibukan mengajarkan saya untuk mensyukuri setiap waktu luang.

Rasanya bahagia sekali kalau dalam satu hari, saya menemukan waktu santai untuk duduk di dekat buku-buku dan membaca hal-hal yang membuat saya penasaran sepanjang hari. Waktu-waktu belajar adalah momen-momen istimewa untuk saya.

Tapi kalau kata Kak Devin dulu, “Bukan sibuk Fah, tapi produktif.”

Waktu yang produktif. Saya ingin sekali seperti itu.

2008 sedang sibuk skripsi, satu bentuk galau akademik lain yang bisa dibilang apex point di tiga setengah tahun perkuliahan FK Unpad. Stimulus yang datang dari skripsi ini rasanya beda sekali. Klimaks. Klimaks yang mengawali klimaks-klimaks lain di level berbeda, koas. Ya Allah, saya akan kangen banget dengan 2008.. Kalau dipikir-pikir, kakak kelas yang berbeda 2 tahun biasanya memang kakak banget. Kalau baru di tingkat 2, masih dalam tahap menstabilkan diri menjadi kakak, berbeda dengan tingkat 3 yang sudah dapat feel dan punya banyak mimpi yang ingin dibagi.

Kembali ke galau akademik. Saya yakin setiap mahasiswa, nggak hanya di FK, yang mengalami galau jenis ini.

Galau ini seharusnya bisa bertransformasi menjadi produktivitas.

Bismillaah. Bismillaah. Bisa. Bisa. Bisa.

Saya mau memperbaiki manajemen waktu dan amanah saya.

Saya mau merapihkan mimpi-mimpi saya.

Dan yang terpenting,

dalam setiap kurva kehidupan, mudah-mudahan Allah menjaga kurva keimanan dan amal saya senantiasa berada dalam hal-hal yang diridhoi-Nya.

Aamiin.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: