Begitulah Dirimu


Begitulah engkau,

menatah langkah jauh lebih dulu dari yang kupunya

Kau berlari bebas di lintasan semesta

saat gemetar mewarnai tubuhku sejenak

Begitulah engkau,

yang mengulurkan tangan dari kejauhan

menjangkau aku yang belajar tersenyum dari wajahmu

Melambai riang dari puncak bukit yang kian menghijau

Lambat laun,

aku belajar berlari,

menyamai langkahmu

Lalu kita belajar terbang bersama,

melukis indah mimpi di langit nan tinggi

Dalam dirimu,

aku menemukan mutiara,

dan bulir jernih nan sejuk, sahabatku

“Meski yang menghubungkanku dengan seseorang hanya selembar benang, akan kujaga! Jika dia ulurkan, akan kukencangkan. Jika dia kencangkan, akan kukendurkan, sehingga benang itu tidak akan pernah terputus.”

–Mu’awiyah

Advertisements
Leave a comment

2 Comments

  1. Perumpamaan tentang benang ini bagus sekali mbak. Satu hubungan yang langeng sepertinya harus begitu, pandai melakukan tarik ulur 🙂

    Reply
  2. perumpamaan yang oke banget, seperti layang-layang agar tak putus talinya dan tetap mengudara maka perlu tarik ulur talinya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: