Senat Pertama, Senat Kedua


Sebenarnya makna terasa itu apa, sih? Saya jadi gemes. Sekarang saya mau bilang, “nggak terasa” banget, kepengurusan Senat pertama saya sudah akan berakhir. “Nggak terasa itu” seakan dua kata yang sangat universal, sering sekali dijumpai. Memang begitu kah sifat waktu ? Cepat sekali berlalu, cepat sekali berjinjit meninggalkan kita, sampai-sampai akhirnya kita memberikan konklusi, “nggak terasa, ya.”

Bagaimana jika begini? Ya sudah, “nggak terasa” itu adalah perasaan yang paling sering terasa, yang terpenting adalah, bagaimana kita memastikan dalam waktu yang “nggak terasa” itu berlalu, kita terjaga dalam koridor yang diridhoi Allah.

Misal, kalau rapat sholatnya jangan ditunda-tunda, jangan malah sholat jadi nomor dua Meskipun dalam rukun Islam sholat itu nomor dua, tapi kan yang pertama kali Allah hisab di akhirat itu sholat kita.. sedih banget kalau sholatnya kalang kabut =(.. Bagaimana kita memastikan Allah suka dengan segala bagian dari apa yang kita lakukan.

Salah satu hikmah ketika kita menjadi panitia sebuah acara, atau anggota organisasi adalah, supaya kita bisa mengusahakan diri kita dan teman-teman kita meninggal dalam keadaan husnul khotimah jika, ajal kita tiba di sana.

(hening)

Nah, kembali lagi tentang Senat, saat sedang membuka-buka file lama di email, saya menemukan tulisan pertama saya tentang Senat :

Coba Bayangkan Kamu Ketua Senat, Buatkan Visi dan Misi 

“Coba Bayangkan Kamu Ketua Senat, Buatkan Visi dan Misi,” judul yang unik, bukan? Baiklah, sebenarnya kalimat panjang tersebut tidak baik saya jadikan judul, tapi kali ini izinkan saya menjemput tema tersebut menjadi judul tanpa proses adaptasi sebelumnya, karena tema sekaligus judul ini benar-benar menarik bagi saya. Unik. Bukan hanya secara susunan kalimat, tetapi juga secara konteks dan pikiran-pikiran yang berlarian setelah membaca tema ini.

Coba bayangkan kamu ketua senat. ‘Coba bayangkan’ menuntut sebuah imajinasi yang kuat. Pertama, dengan notabene saya adalah seorang anggota baru yang belum lama mengenal dunia Senat, tentunya hal ini menjadi hal yang menantang. Saat engkau menjadi seorang ketua senat, tentu saja engkau harus benar-benar mengenal Senat itu sendiri, dan tentu membayangkan adalah frase yang ‘wah’ bagi seseorang yang baru dalam tahap awal mengenal Senat, terlebih semasa SMA saya tidak banyak bersinggungan dengan dunia OSIS—adik kandung Senat atau BEM, saya rasa. Kedua, ya.. sebelumnya saya tidak pernah membayangkan menjadi ketua OSIS, bagaimana dengan ketua Senat? Saya lebih memilih menjadi seorang ketua divisi atau ketua bidang karena program kerja yang sudah tertata, dan tentu karena menjadi seorang ketua organisasi menuntut sudut pandang yang luas. Tentang diri sendiri, individu para anggota, dan hal-hal lain yang menjamin keberlangsungan dan keutuhan sebuah organisasi. Tapi bukan artinya saya ‘lepas tangan’ dari tanggung jawab menjaga keberlangsungan organisasi tersebut, tentu saya akan membantu sesuai dengan kapasitas saya. (Wah, bahkan untuk membayangkan saja saya merasa berat, tapi tenang, imajinasi saya akan terbang melesat saat saya sudah mengenal Senat lebih baik). ‘Go’ ketua senat !

Berbeda dengan kalimat selanjutnya, ‘Buatkan Visi dan Misi’. Kalau ini, saya bersedia membantu, meski dengan konsep saya yang jauh dari luar biasa, ya—dan, diadaptasikan dari hasil browsing saya, tak apa kan mengambil yang baik jika tersedia di luar sana 😉

VISI  

Menjadikan Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran sebagai Rumah Belajar bagi para anggota SEMA FK Unpad pada khususnya dan masyarakat FK Unpad pada khususnya, serta sebagai sarana mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan FK Unpad.

(Visi ini saya lihat dari Visi salah satu calon Ketua BEM Fasilkom UI, saya juga belum sepakat dengan frase ‘Rumah Belajar’ yang terlalu ambigu dan ‘nyastra’, maksudnya kok di VISI ada makna konotasi, tapi mungkin jika didefinisikan maksudnya wadah pengembangan potensi dan keahlian mahasiswa dalam berbagai bidang.)

MISI (rasanya saya mau lihat Misi dari referensi saya yang terbatas lagi, deh, tapi saya modifikasi, kok).

  1. Mengoptimalkan kinerja pengurus SEMA FK Unpad
  • Kaderisasi
  • Evaluasi
  1. Memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi dan keahlian
  2. Responsif terhadap isu kemahasiswaan di lingkungan FK Unpad
  • Beasiswa
  • Advokasi
3. Pengabdian kepada masyarakat
4. Membangun rasa kekeluargaan di lingungan FK Unpad

Demikian essai yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika (sangat) banyak kekurangan,

semangat Akang Teteh Senat =) !! Jaya Senat Mahasiswa FK Unpad !

-NUR AFIFAH, Anggota Bidang 1, Sie Pendidikan dan Profesi-

dan, tebak apa?

Di akhir email itu ada email balasan Bunda yang sangat saya suka =)

Selamat sama-sama berjuang lagi di Senat FKUP. Bismillaah, Bismillaah, mudah-mudahan berkah.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

1 Comment

  1. saya tak punya pengalaman di Senat, jadi ya nyimak saja

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: