Manusia Permata


Kecintaan pada ilmu

telah membebaskanku dari belenggu kejumudan

Air mengalir indah dengan gemericik dan jernih karena ia tidak berdiam

Dan imajinasi serta keingintahuan memerdekakanku

untuk menemukan permata yang jauh lebih indah dari batu koral di dasar perairan,

indah, namun batu koral tetaplah batu koral

“Jadilah engkau manusia permata,” ujar sosok-sosok mulia yang kupanggil dengan sebutan guru

“Jadilah engkau manusia permata, bukannya batu kubikan.”

Seperti itulah aku ingin menjadi

Seperti itulah aku mencintai titah Allah dalam ayat yang pertama Ia wahyukan pada Nabi Muhammad tercinta,

Iqro’.

Bacalah.

Advertisements
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: