Apa Kabar?


Apa kabar?

sudah lama sekali tidak menyapa diri sendiri dalam sapaan sunyi,

sudah lama sekali tidak menghela napas dalam helaan sederhana

Lama sekali, rasanya, tiga bulan itu lama sekali,

saat hari-hari berputar dalam kesibukan yang semoga tak pernah sekedar berhenti menjadi kesibukan

–aku dan Shabrina lebih suka menyebutnya kontribusi.

Lama sekali, sekaligus cepat sekali,

saat EMS berlalu dengan aku yang masih banyak tak pahamnya,

saat ujian tulis tadi seperti menyadarkan bahwa aku masih dan akan selalu harus memacu diri belajar lebih baik,

selalu, senantiasa setia,

saat NBSS datang, dan anatomi sistem saraf belum kunjung berdamai dengan jemari yang juga jarang membolak-balik kertas,

dengan pathway-pathway ajaib yang entah datang dari planet mana,

sepertinya pensil dan kertas harus segera menjelajah antariksa bersamaku,

enak saja kami tak bisa berdamai, bahkan kami bisa bersahabat. Bersahabat, kau dengar itu?

Cepat sekali,

saat sebentar lagi kepengurusan Senat akan berganti,

saat amanah-amanah bergantian merengkuh pundakku mendewasakan diri

Semoga kesibukan tak pernah sekedar berhenti menjadi kesibukan

–aku dan Shabrina lebih suka menyebutnya kontribusi

Apa kabar?

Rintik-rintik hujan sudah menyapa bumi kembali,

membawa senyum lembutnya yang menatah ujung-ujung dedaunan

Harum tanah bersama gemericik air mulai ramah menghampiri penciuman

Ah, musim ini selalu membuatku rindu pada Al Kahfi

Saat lantai asrama basah dan kaki-kaki berjinjit di tepi koridor sebelum menjejak menuju kamar,

atau mereka yang bertugas piket berteriak galak dengan kain pel erat di tangannya, “Jangan diinjak dulu”, atau teriakan-teriakan histeris tatkala makhluk-makhluk kecil bernama cacing dan katak ikut bertamu di asrama

Saat kaca jendela basah,

dan kesejukan mengalir begitu saja

saat ujung jemari dengan bebas menyentuh tetesan air di gurat-gurat daun,

saat kaki bersicepat berlari sepulang dari masjid dengan sajadah tersampir di kepala

saat obrolan-obrolan hangat menjadi kenangan yang membuat rindu ini makin subur tumbuh menjalar..

Apa kabar?

Merebahkan diri di lantai rumah mengizinkan kejujuran mengalir,

tentang kehidupan,

tentang diri,

tentang mimpi,

tentang kebahagiaan saat berada di tengah-tengah keluarga,

tentang aku,

tentang aku dan mimpi-mimpiku

dan tangan ini dengan penuh pengertian menari lepas di atas keyboard,

dengan keriangan tak tergambarkan, dengan berjuta kerinduan pada dunia kata-kata

Apa kabar?

Lelah di sini, semoga berbuah surga.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: