Siklus Spesial Seorang Muslim dan Muslimah


Siklus spesial ini bermula dari kedekatan seorang muslim atau muslimah dengan Al Qur’an.

Al Qur’an, kitab suci nan mulia ini memiliki 3 hak dasar, yaitu dibaca, dijadikan referensi kehidupan seseorang (misal, bagaimana memilih makanan yang baik, bagaimana belajar dari sejarah para Nabi dan orang-orang sholih di dalam Al Qur’an), dan dijadikan referensi global (misal, zakat yang pada masa Umar bin Abdul Azis mensejahterakan masyarakatnya, adalah bagian ekonomi global yang Subhanallah, lho).

Ketiga hal itu merupakan hal yang baik dan keren. Serius, sudah baik, keren pula. Sudah keren, lengkap baiknya. Nah, dari sana kita akan mendapatkan belajar menjadi seorang hamba yang sholih atau sholihah, menjadi diri kita sendiri yang tersenyum karena kebaikan yang kita bangun dalam hidup kita. Sholat menjadi kebutuhkan kita, bukan semata pelunas rutinitas. Shoum menjadi menjadi training bagi kita untuk menjadi hamba yang sabar. Tilawah Al Qur’an menjadi hobi yang membahagiakan.

Tapi.. pada titik itu, kita sendirian… Saat kita menengok ke kanan kiri kita, sekeliling kita, banyak orang-orang yang kita sayangi masih belum bersemangat untuk menjadi baik dan keren. Padahal kan kita juga mau ngumpul bareng mereka di surga, nggak hanya di dunia.. saat itu, ada kesedihan yang terbersit. Ya Allah, sungguh, kita mencintai mereka.. meski tak sesempurna Rasulullah mencintai ummatnya, kita menyayangi mereka, ayah dan ibu kita, kakak adik kita, keluarga kita, sahabat-sahabat kita, semuanya.. semuanya..

Mau deh jadi kayak antelop, golongan hewan herbivora yang selalu berkoloni, membuat komunitas, saat lari bareng-bareng, menelusuri padang rumput Afrika yang sangat luas bersama-sama, supaya nggak mudah disantap oleh kawanan cheetah, singa, atau harimau (eh, di Afrika ada harimau nggak, ya?). Seperti bakteri baik yang berkoloni di usus supaya bakteri yang jahat nggak gangguin sistem pencernaan.

Di sana, lahirlah da’wah, menyeru mereka yang kita sayang pada kebaikan. Seluruh manusia, dimulai dari orang-orang terdekat kita. Karena kedamaian ini, terlalu sayang kalau disimpan sendirian. Ngajak teman kita sholat tepat waktu itu da’wah lho. Jadi panitia qurban dekat rumah juga da’wah. Tersenyum pada orang lain juga da’wah. Karena da’wah itu, ajakan untuk bersama-sama belajar  mengamalkan kebaikan yang Rasulullah contohkan, ajakan untuk taat pada Allah yang sangat mencintai kita.

Di sini, lahirlah sholih pribadi dan masyarakat. Pasti damai deh, saat sholat berjama’ah di masjid bareng sahabat kita, saat semua mencintai kejujuran karena Allah suka banget sama orang yang jujur. Saat Indonesia menjadi negeri yang indah:)

Dan kita, insya’Allah akan semakin berbahagia karena Allah akan semakin sayang pada kita..

Pada tiap fase itu, yuk semangat ! Bismillaah:)

(Oh iya, siklus ini terus berulang, saat semangat itu menemani kita menjadi agen-agen kebaikan, terus begitu, sampai Allah makin makin makin sayang pada kita..)


Catatan mentoring kelompok 4 akhwat FKUP 2010. Ada Teh Minda, Jihan, Pipit, Diva, Anin, Yuleni, Karina. Dan tulisan “JIHAN 10” itu kreativitas sepanjang mentoring (di mana Teh Minda hanya bisa menggaruk kayu papan mading di samping tempat duduk–karena nggak ada tembok–atas segala kerandoman yang terjadi).

Sudah setahun, lho.. Alhamdulillaah..

Tadi pulang dari FK juga naik odong-odong dulu sama Jihan. Makasih Jihan, akhirnya aku jadi anak Unpad:)

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: