The Youth For Future Indonesia (Bagian Dua dari Dua)


Prolog : Tulisan ini merupakan essai yang dibuat sebagai syarat mengikuti seleksi LKMM ISMKI Wilayah II yang pada kesempatan lalu diselenggarakan di FK UNPAD. Nah, sahabat saya, Wulan,  Alhamdulillah terpilih menjadi delegasi FK UNPAD. Salah satu dari kedua essai Mbak Wulan mendapat penghargaan essai terbaik. Jadi, selamat membaca dan.. semoga bermanfaat:)

THE YOUTH FOR FUTURE INDONESIA

Oleh : Maria Agustina Sulistyo Wulandari, Mahasiswa FK UNPAD Angkatan 2010

Indonesia, negara yang kaya akan budaya, suku dan sumber daya alam. Merupakan faktor predisposisi yang sangat bagus untuk berkembang menjadi negara maju nan makmur. Tapi pada kenyataannya? Sepertinya ada yang salah.

Masalah krisis keteladanan pemimpin. Bagaimanapun juga, betul peribahasa jawa yang berbunyi “Ing Ngarso Sung Tuladha”. Setiap yang di depan harus memberi contoh.  Setiap pemimpin diharapkan bisa memberikan teladan bagi para pengikutnya. Sehingga mereka yang mengikutinya pun mempunyai rasa bangga tersendiri dan pasti akan lebih mudah diajak untuk bekerja sama. Jika pemimpinnya saja tidak baik, secara langsung maupun tidak langsung pasti akan mempengaruhi para pengikutnya.

Lihat pemimpin-pemimpin di negara kita yang melakukan korupsi, berbicara tanpa bisa menahan emosi, melakukan tindakan yang kurang enak dipandang publik seperti menonton video senonoh, dll. Meskipun kita tidak tahu apakah tindakan mereka itu bisa dibenarkan atau tidak, namun pandangan masyarakat sudah terlanjur tidak baik. Sebagai pemuda, hendaklah kita mengkritisi hal tersebut. Belajar dari yang telah dilakukan, dan kalau kita menggangapnya sebagai suatu tindakan yang tidak baik, maka seyogyanya perbaikilah hal tersebut. Karena apa? Karena kita pemuda, calon pemimpin masa depan.

Sudah? Hanya itu? Tidak.

Perkembangan teknologi yang melesat jauh ini membuat berbagai efek positif maupun negatif. Salah satu cotoh dampak negatifnya, banyak sekali anak-anak mulai dari SD sampai SMP, atau bahkan mungkin sampai SMA yang bolos sekolah hanya untuk bermain game-online di warnet. Hal ini sangat mempengaruhi kebiasaan mereka, karena sifatnya yang sangat adiktif. Selain itu, maraknya situs-situs yang merusak moral juga semakin merajalela. Social-networking yang seharusnya semakin mendekatkan selaturahmi dan informasi ini juga digunakan sebagai ajang penipuan, penculikan, dll. Kemudian masalah orang-orang yang “terlalu pandai” membobol ATM dengan memanipulasi data. Kemajuan teknologi yang diharapkan mampu memajukan bangsa ini malah disalahgunakan. Apa yang bisa kita lakukan?

Meningkatkan kesadaran kepada setiap individu tentang bagaimana teknologi-teknologi tersebut seharusnya digunakan adalah kuncinya. Mungkin bisa lewat edukasi di sekolah-sekolah, penempelan poster-poster, atau mungkin yang lebih ekstrim, para pemilik warnet hendaknya memasang sistem filter yang bagus untuk para pengguna di bawah umur dan membatasi pengguna warnetnya dengan tidak membolehkan siswa yang masih berseragam/masih jam sekolah untuk menggunakan warnetnya.

Masih adakah yang melenceng? Ada.

Banyaknya pengangguran, kriminalitas, kemerosotan karakter, pergaulan bebas, narkoba, penularan penyakit, masalah pendidikan dan masalah lainnya juga masih mengancam negeri ini. Budaya barat yang seharusnya difilter dengan baik ternyata dikultur dengan tanpa memperhatikan norma bangsa ketimuran. Memang, globalisasi. Tapi hendaklah kita mampu membedakan mana yang bagus untuk ditiru dan mana yang tidak. Apalagi sebagai pemuda, sudah sepantasnya bertindak dewasa. Bukan hanya membedakan yang baik dan yang buruk, tapi harus bisa memilih yang paling baik diantara yang baik.

Menjaga pergaulan menjadi hal yang mutlak dilakukan karena lingkungan adalah pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan kita. Sebagai pemuda yang berilmu juga hendaknya mampu membagikan ilmunya bagi orang-orang yang belum mampu mengais pendidikan. Misal, untuk mahasiswa sastra mungkin bisa memberikan ilmu tentang menulis. Mahasiswa peternakan, memberi tahu teknik berternak yang baik, begitu juga kita misalnya, mahasiswa kedokteran memberikan bantuan balai pengobatan gratis untuk masyarakat yang kurang mampu.

Peran pemuda sangat berarti bagi bangsa karena pemudalah yang diharapkan mampu menjadi generasi penerus. Maju tidaknya bangsa ini ditentukan oleh generasi muda, generasi produktif. Untuk itulah, kualitas pemuda harus baik dari seluruh aspek (pendidikan, moral, dll). Solusi yang mungkin bisa dilakukan pemerintah yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan, menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan untuk masa depan yang lebih baik, salah satunya dengan menurunkan biaya pendidikan. Kemudian menggencarkan gerakan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) dan koperasi untuk peminjaman modal usaha. Menyelenggarakan kursus-kursus keterampilan untuk masyarakat yang tidak sempat mendapatkan pendidikan formal dan sudah terlalu lanjut usia untuk mendapatkannya.

Dan yang menjadi core dari semua ini adalah kepemimpinan. Memang semuanya mau jadi presiden?

Kepemimpinan tidak sebatas menjadi presiden. Semua orang itu pemimpin, terutama untuk dirinya sendiri. Apalagi kita, pemuda, calon pemimpin masa depan. Jadi memang jiwa kepemimpinan sudah harus terpatri pada proses ini.

Semangat kontribusi!

Link : http://www.facebook.com/note.php?note_id=227861147262330

Jazakillah Mbak:)

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: