#random #part4


Tidaak, ini sudah malam. Tapi saya sedang sangat butuh menulis. Yo, Bismillaah.

Sepanjang malam ini (dengan panjang spesifik bisa dikatakan dua jam), kakak saya yang sebentar lagi akan selesai menjalani koass datang main ke rumah. Sebenarnya Kak Regi itu anaknya teman Ummi, beda usia kami lima tahun, dan malam ini pertemuan perdana kami. Selama ini kami hanya berkoomunikasi melalui sms, oke, sms-an.

Dan saya senang banget ketemu Kak Regi. Alhamdulillaah.

Ngobrol banyak, tentang koass, tentang S.Ked, tentang kegelisahan saya menyangkut banyak hal yang berhubungan dengan akademik.

Tentang pertanyaan saya, bagaimana saya harus melalui masa S.Ked untuk dapat optimalisasi koass, dan menjalani koass untuk optimalisasi peran sebagai dokter (poin kedua belum benar-benar dibahas sih).

Yang jelas saya jadi pendengar dan penanya yang baik dari tadi, dan syukurlah Kak Regi juga menjadi pencerita dan penjawab yang baik.

Belajar kedokteran itu, yang penting ada benang merahnya. Jangan hanya memandang parsial, jangan satu per satu kasus aja.

Jadi dokter itu artinya berpikir komprehensif. Misalnya gini, saat kamu datang ke Kakak dengan tonsil yang sudah T3, sering ngorok, ada bercak putih, dan sudah hyperemia. Yang pertama Kakak pikirkan, beri antibiotik dulu, Kakak bilang ke kamu, ini diminum dulu antibiotiknya, lima hari lagi kita lihat perubahan yang terjadi, lalu kita tentukan apakah kamu butuh prooperasi atau tidak. Kalau kamu dinilai butuh tonsilektomi, kamu akan Kakak minta menjalani pemeriksaan sebelum operasi. Misalnya, kesadaran, lalu apakah ada penyakit yang akan memengaruhi operasi (DM dan penyakit jantung contohnya). Masa-masa sebelum operasi, Kakak akan memesankan pada ibu kamu, anaknya jangan dikasih makan ini dan itu. Kenapa? Karena bisa jadi trigger. Saat operasi tentu harus dilakukan sesuai prosedur. Lalu, setelah operasi, harus dilakukan follow up.

Jadi, saat kamu belajar suatu penyakit, jangan tanggung-tanggung, sekalian pelajari juga penatalaksanaannya.

Semua ilmu yang kamu pelajari, di S.Ked maupun di Koass, akan berhubungan dengan apa yang akan kamu berikan pada pasien. Misal, siklus Kreb’s dan glukoneogenesis akan berperan dalam menghadapi kasus Carcinoma Hepar. Bagaimana kamu mengatur perbandingan nutrisi pada pasien. Saat ada sirosis, maka peran protein akan dibutuhkan lebih. Atau saat kamu belajar tentang Kalsium, ia bisa berperan dalam kejang pada ibu atau anak. Atau Natrium karbonat pada keseimbangan tubuh pasien setelah hemodialisa. Bagaimana kamu memahami suatu kasus yang terjadi dengan segala proses rumitnya, dengan support dari ilmu-ilmu dasar kamu yang kuat.

Keistimewaan ilmu kedokteran, yang pertama, kita jadi semakin dekat dengan Allah. Mengapa? Karena alasan berikutnya, semakin kita belajar, semakin kita akan merasa semakin bodoh.

Semakin saya belajar kedokteran, semakin saya merasa bodoh. Pun seorang profesor pun merasa begitu.

Ilmu-ilmu yang kamu dapat di S.Ked dan Koass, semua berperan penting. Memang masalah mahasiswa baru itu adaptasi, tapi kita harus mempercepat adaptasi itu, karena banyak yang harus kita lakukan. Kaitan antara S.Ked dan Koass? Dalam proses belajar, ada proses recalling. Apa yang kita pahami sekarang akan berkembang saat kita memahami hal selanjutnya. Di sinilah, benang merah itu harus dijahit.

Kamu benar-benar paham, dan bisa mengaitkan satu sama lain.

Kamu kumpulkan modul-modul kuliah dari dosen, kamu bukukan dengan rapi, jadi saat Koass, kamu tinggal membuka-buka modul itu. Referensi yang kamu pakai, tanyakan pada dosen, karena itu akan mendukung penyerapan ilmu dari dosen tersebut.

Banyak ngobrol dengan teman, sharing tentang pemahaman kalian, karena di sana kalian akan saling melengkapi. Koass kamu mau sendirian mah nggak mungkin, jalan sendirian, belajar sendirian, nggak akan cukup. Kalian saling memberi ilmu, transfer pemahaman.

Bismillaah.

Yang penting kamu punya kemauan, insya’Allah pertolongan-Nya selalu sangat dekat.

Kalau kata Kak Ii dan Teh Fulki mah (dalam dua momen yang berbeda), temukan dengan jelas apa yang mau kamu lakukan sekarang. Pola akademik, kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, apa yang mau kamu jalani saat kuliah, karena saat kamu sudah di penghujung tahun kamu akan merasa menyesal karena merasa banyak hal yang harus dikejar, tapi waktu yang kamu punya sudah nggak memungkinkan.

Kak Regi, lain kali mau ngobrol lagi, yaa.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: