Catatan 29 Romadhon


Do’a-do’a berkelindan menuju Arsy. Harap dan cita, bisik dan asa, pinta hati dalam detik-detik yang menjernihkan..

Romadhon beranjak pergi. Tapi apa itu artinya taqwa pergi? Tidak, justru taqwa adalah sahabat yang dititipkan Sang Murobbi Sejati melalui Romadhon.

La’allakum tattaquun. Agar kalian bertaqwa.

Tidaklah menghilang keimanan itu, semangat taat itu, mujahadah itu, qiyam dan shiyam itu, dari keseharian seorang mu’min setelah ia menjumpa Romadhon.

Karena cita kita bukan menjadi hamba yang Romadhooniyy, hamba yang taat hanya sebatas Romadhon. Pinta kita adalah menjadi hamba Robbaniyy, hamba yang senantiasa meletakkan cinta tertingginya pada Sang Pemilik Cinta, hamba yang dengan ridho dan sepenuh janji untuk taat pada bimbingan Sang Maha Pembimbing.

Ittaqillaaha haytsumaa kunta wa atbi’is sayyi-atal hasanata tamhuhaa wa khooliqin naasa bi khuluqin hasan.

Bertaqwalah engkau di manapun dirimu berada, dan iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya ia (kebaikan itu) menghapusnya, dan bergaul lah dengan sesama manusia dengan akhlaq yang baik.

Di mana saja kita berada, sahabatku. Dalam ruang waktu apapun, momen apapun, dalam jejak-jejak manapun yang kita pilih, iringi ia dengan taqwa.

Karena taqwa adalah titik hati berangkat menuju amal, kontribusi, dan dedikasi paling mulia. Bukan hanya penduduk bumi yang akan mencatatnya, seluruh penduduk langit akan menjadi saksi kemuliaan seorang hamba yang bertaqwa.

Maka sertakan ia dalam do’a kita, semoga istiqomah dan semangat menghamba itu senantiasa Allah tanamkan dalam hati kita. Agar ia berbuah kelak menjadi ridho-Nya, agar ia mengantar kita menuju Jannah.. Aamiin.

———-

I love you because Allah. Hope Allah gather us in the heaven. Hope you forgive my faults, all my faults with whole your heart. I always pray guide and kindness for you:) (Naf)

So do I, hope Allah ease our way and bring us to His way, so we can see the same sky to reach His Jannah. (Shab)

Dan beberapa untai kalimat ini? Ah, pastilah engkau sering mendengar kisah tentang sepasang sahabat, yang sering bertukar pesan dalam nadanya yang paling riang, bahkan dalam sunyinya yang setia sekalipun. Baiklah, bahasa Inggris kami memang jauh dari sempurna, tapi siapa peduli? Saat hati bertautan, kita akan saling memahami.

Ucapkan do’a untuk sahabatmu, tuliskan, atau bisikkan diam-diam.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita:)

Aamiin.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: