Nulis bareng, yuk.


Menulis, yuk. Yuk menulis. Ayo nulis. Serius.

Setelah saya renungkan kelemahan saya dalam hal deskripsi dan narasi fiksi sejenis cerpen atau novel, saya jadi ingin menulis versi yang lain.

Aplikasinya belum tahu bagaimana. Pelaksananya tidak harus saya. Siapapun yang mencintai menulis, dan ingin berbagi banyak melalui tulisannya.

Lagi-lagi dari buku The Doctor, saya ingin mengajak teman-teman dari berbagai ranah profesi untuk menuliskan profesinya masing-masing dengan bahasa paling mudah dipahami. Cakupannya? Apapun yang dapat membuat orang lain seakan-akan menjadi mereka saat membaca buku itu. Terutama poin sudut pandang mereka sebagai manusia di sana. Saya ingin namakan ini sebagai Proyek Memanusiakan Manusia. Setelah membaca tulisan itu, kita akan belajar saling memahami, dari sana kita bisa mulai berhenti saling menuding suatu bidang tanpa paham kesulitan dan tantangan yang dihadapi mereka yang bekerja di sana. Kadang kita kehilangan sense untuk menghargai seseorang karena kita tidak mau tahu proses yang harus ia hadapi, atau ya seperti itulah (saya baru punya gambaran super ringkas, nih). Kadang ada crash atau konflik karena kita nggak mengerti, atau nggak mau mengerti satu sama lain. Nggak ada komunikasi. Di samping itu, orang-orang dengan profesi yang sama bisa belajar bagaimana melakukan yang terbaik dalam profesi mereka. Oke, pe er nya memang besar sih, kualifikasi penulisnya berarti bukan orang yang asal-asalan. Jelas harus mereka yang mencintai bidang mereka dan juga paham betul tentang all about profesi itu. Jadi, hm, bagaimana kalau ini menjadi tantangan bersama. Mulai dari sekarang, kita harus serius mencintai bidang yang akan kita tekuni dan menggali habis-habisan tentang bidang ini. Final tasknya, menulis tentang itu semua. Ambil ancang-ancang dari sekarang. Insya’Allah saya akan jadi pembeli pertama buku kalian, deh. Ya, ya?

Kalian akan benar-benar mengerti seperti apa yang saya maksud setelah membaca buku The Doctor (ayo dibaca, dibaca).

Hm, yang kedua lebih simple. Saya ingin sekali menulis Chicken Soup versi dokter. Saya ingin mendokumentasikan ‘permata-permata’ berupa pengalaman berharga seorang dokter. Insya’Allah bisa jadi lahan saling menasihati dan menyemangati teman-teman di dunia medis, kan? Nah, kalau ini, saya mulai setelah saya menjadi dokter, biidznillah. Ada yang mau ikutan? Hubungi saya 5 tahun lagi.

p.s. : Nur Afifah, ingat-ingat tulisan kamu ini ! =D

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

1 Comment

  1. hei, aku tertarik 😉
    proyek memanusiakan manusia.

    buku The Doctor, itukah yang mengisnpirasimu? jadi ingin baca juga, hehe.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: