Terima Kasih, Sungguh Terima Kasih


Saat hatimu memilih untuk dekat dengan seseorang, sadar nggak, saat itu kalian mulai saling menularkan sesuatu. Lebih banyak, kamu belajar sesuatu dari dia. Tak jarang juga, dia belajar sesuatu dari kamu.

Dan ‘sesuatu’ itu terus bertambah seiring interaksi kalian.

Seperti perumpamaan tukang minyak wangi dan pandai besi. Kalau berteman dengan tukang minyak wangi, kamu akan ketularan wanginya. Begitupun sebaliknya.

Saya bersyukur, Allah perkenalkan saya dengan banyak teman dan sahabat yang menginspirasi saya. Beragam usia, tapi pengaruh baik mereka menjadi modal besar saya untuk belajar. Dan yang terpenting, mereka tak hanya menginspirasi, tapi juga menggerakkan. Saya mengamati dari dekat keseharian mereka, dan saya menyaksikan langsung bukti nyata dari semangat yang mereka tularkan pada saya.

Mendapatkan kesempatan mengenal mereka adalah suatu hadiah indah dari-Nya. Alhamdulillah.

Bocah-bocah di rumah, para penghuni Al Kahfi, Rohis 34, kakak-kakak AIR34, Izzatuz Zahro, Tsamaniyah, kakak-kakak FK Unpad, Perfecten.. My beloved teachers; Ummi, guru-guru saya dari TK hingga kuliah.

(kalau dilist satu-satu, sepertinya saya tidak akan pernah puas menambah nama kalian satu per satu di list itu :p).

Jazakumullah ahsanul jazaa.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: