Satu Demi Satu


Apa ada yang tak terpahami, lantas kau lelah salahkan diri?

Berhentilah berdiam diri,

tersenyum,

lantas jabat tangan sang waktu. “Aku akan mengerti.”

Lalu berjalanlah, susuri tepi pantai tempat muara aliran air,

seperti pertanyaan-pertanyaanmu, ia akan terjawab satu-satu.

Satu demi satu.

Bersabarlah.

Air mata, harapan, potongan kisah-kisah yang menghampiri hidupmu.

Adakah kau rela melewatkan bahagia?

Bahkan dalam sunyi paling sunyi, Allah selalu menemani.

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: