Nyala


Sampaikan salamku

Pada sosok laba-laba yang menyapu langit-langit rumahmu

Adakah ia ingat pada pertemuan abu-abu,

saat lagu paling sendu tak lagi terdengar

Hanya kita,

di bawah rindu yang menaungi seperti tangan ibunda

Hanya kita,

dan mimpi-mimpi yang kita ucapkan di sekelebat waktu

dan telepon yang berdering menjadi taman pertemuan setelah sekian lama

dan wajahmu yang terbayang di seberang sana

Selamanya sahabat, bukankah begitu?

Senyummu terdengar begitu nyata

Selamanya sahabat, bukankah begitu?

Dan perjuangan menyalakan napasnya hingga kini

Advertisements
Previous Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: