Menjumpa Hening


Setelah pertemuan saya dengan sahabat terbaik saya hari ini, saya mempertimbangkan diri untuk berhenti menulis terlebih dahulu. Banyak hal yang perlu saya pahami di luar tulisan-tulisan saya, menggesahkan dedaunan pada tanah yang saya pijak dan berusaha mengakrabkan diri untuk mendengarkan pesan kesederhanaannya.

Menyapa tulisan-tulisan tak tertulis, yang ingin disampaikan udara dan gemericik air yang sekian lama saya abaikan karena terburu-buru melangkah. Pesan-pesan mentari dan awan, gemintang serta rembulan, saya ingin menemui kembali bagian-bagian lain dalam kehidupan saya yang lama tak saya sapa sejak berkenalan dengan dunia kedokteran.

Saya ingin duduk di rerimbunan semak-semak yang menyenandung merdu bersama ilalang, menatap kokoh teguh batang pepohonan, dan tersenyum kembali pada simfoni alam yang setia menjadi teman dalam teduh.

Saya ingin mendengarkan, bersama telinga dan hati saya, berjalan perlahan untuk memahami kisah yang ingin saya titi di dunia kedokteran.

Dan terakhir, saya ingin menyapa riang UAS yang akan segera datang.

Mohon do’anya, sahabat.

Semoga Allah memberikan kebaikan pada tiap sentuhan peristiwa kehidupan kita. Aamiin.

Advertisements
Next Post
Leave a comment

1 Comment

  1. afifah, semangat UAS nya ^__^ semoga lancar ya..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: