Hikmah Limit Matematika


“Seluruh komponen di dunia ini Allah ciptakan dengan hikmah di dalamnya, dan seorang mu’min memiliki kewajiban untuk berikhtiar memahami dan mengamalkan hikmah-hikmah tersebut.”

Begitu kira-kira makna Al Hikmatu Dhoolatul Mu’min, “Hikmah adalah barang hilang milik orang beriman”, sebuah kalimat yang pernah disampaikan seorang guru tafsir kami di Al Kahfi.

Suatu kali saya memaknainya dari pelajaran matematika. Saat itu saya dan Adel, sahabat saya di SMA, baru selesai membahas materi limit, diferensial, dan integral di kelas.

Dalam limit,

1/0 = tak hingga (dalam perhitungan biasa, suatu bilangan dibagi 0, hasilnya tak terdefinisi)

0/1 = 0

2/2 = 1 (kalau dua konsep ini juga berlaku dalam perhitungan biasa)

1/0 = tak hingga.

Bilangan apapun selain 0, jika dibagi dengan o, hasilnya akan tak hingga.

Artinya, tatkala seseorang kembali pada titik 0, menyerahkan segala kemuliaan hanya kepada Allah, sebagaimana makna dalam kalimat ALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN, “SEGALA puja dan puji hanya milik ALLAH, Robb Semesta Alam.” Seberapapun hebat atau sederhananya seseorang, sesungguhnya yang menentukan kemuliaannya bukanlah angka yang diberikan manusia, tetapi ikhlash dalam hatinya, ketaqwaannya. Kenapa? Karena Allah yang menetapkan sedemikian, dan takaran Allah adalah standar yang paling sempurna.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang-orang yang bertaqwa.”

0/1 = 0

Bilangan 0 yang dibagi dengan bilangan berapapun (selain 0 tentunya), maka secara mutlak hanya akan menghasilkan nilai 0.

Konsep ini mengajarkan tentang kemuliaan dan keistimewaan ilmu.

Seseorang yang tidak memiliki ilmu, tidak menyemangati dirinya untuk meningkatkan kapasitas keilmuan, baik di ruang kelas formal atau ruang kelas kehidupan, serta tidak membangun karakter yang baik serta ketaatan pada Allah, maka sebenarnya ia adalah seorang manusia yang nol belaka.

Maka, meskipun ia memperdaya orang lain dengan penampilan fisiknya, atau berusaha menipu masyarakat dengan ucapan yang dibagus-baguskan, sejatinya ia tak pernah memiliki nilai di mata manusia, apalagi Allah. Sejatinya ia hanya memiliki kesombongan dan kepalsuan, hal yang akan ia sesali cepat atau lambat.

Begitupun, meski tampaknya ia memiliki keilmuan yang menggunung, namun tak pernah ia implementasikan dalam pengamalan, maka sejatinya ia pun hanya 0 belaka, dan tak bisa memberikan apapun selain 0 belaka.

Inilah pentingnya niat yang ikhlash, ilmu, dan amal. Semangat belajar, mengajarkan dan mengamalkan diiringi niat yang lurus untuk ketaatan pada Allah.

2/2 = 1

Tatkala suatu bilangan dibagi dengan bilangan itu sendiri, maka hasilnya adalah 1.

Konsep ini mengajarkan tentang ukhuwah–persaudaraan, persatuan, kebersatuan hati dan jiwa antar sesama untuk dapat saling bersinergi menuju tujuan mulia.

Jika kita menginginkan suatu kondisi yang bersatu, bukan artinya menolak keberagaman karakter dan kekhasan seseorang yang Allah anugerahkan sebagai warna kehidupan, masalahnya adalah bagaimana kita memposisikan diri satu sama lain.

Pada kondisi 1/1 = 1, 2/2 =1, atau 3/3 = 1, pernahkah kita berpikir bahwa dalam kehidupan, tak ada yang persis sama, mungkin saja A memiliki kapasitas 11, sedangkan B memiliki kapasitas 9. Tapi lantas, dalam Islam, angka-angka itu dipersatukan dengan persamaan kedudukan di hadapan Allah. Maka, saat 11 dan 9 bertemu, menjelmalah mereka 10, sehingga menghasilkan angka 1 yang dapat mendukung kesinergisan amal.

Tak perlu merasa lebih rendah, karena Allah menciptakan setiap manusia dalam takaran-Nya yang paling sempurna. Tentu tak boleh juga merasa lebih tinggi, karena nilai-nilai positif yang melekat dalam diri kita semata merupakan anugerah dari Allah.

Pada saat perasaan merasa lebih rendah dan tipuan merasa lebih tinggi yang biasanya menjadi penghalang ukhuwah kita, menghilang, maka insya’Allah kita akan berbahagia karena menjadi hamba yang telah Ia persatukan di bawah naungan keimanan.

“Seorang muslim itu adalah cermin bagi muslim yang lain.”

Maka saling bercerminlah dalam kebaikan dan ketaatan.

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: