Meski Aku Kerap Berdusta


Aku kerap berdusta,

Berharap menyejarah

Tapi kininya aku melemah

Kininya aku mengangguk pada keluh,

Mengangkatnya sebagai penasihat yang menyesakkan

Aku berdusta,

Bermimpi menulis tinta emas

Di bumi impian para pejuang

Tapi nyatanya aku terduduk

Bahkan sebelum aku mulai lari panjang

Aku berdusta,

Bertekad teguh

Namun tinggal kepalan runtuh

Wajah nian kalut menyesali tanpa bangkit menyusul titian

Aku tak mau tertinggal

Dari para musafir pejuang

Sungguh,

Meski aku kerap berdusta

Ampuni aku, Robb..

Izinkan aku kembali

Membalut dusta dengan kata-kata jernih di sisi-Mu

Melangkah tanpa peduli keluh

Menuju jannah-Mu..

“Bismillaaah wa laa haula wa laa quwwata illaa bilaah.”

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: