Elegi Rokok


Satu topik singkat yang ingin saya tuliskan, mungkin baru mengangkat ‘masalah’, saya juga belum menemukan ‘solusi’ efektif nya. Tapi paling tidak dengan mengetahui masalah kita jadi lebih aware dan bisa membayangkan sisi mana saja yang harus diperbaiki. Minimal dengan membaca ini teman-teman yang tidak berniat  jadi makin tidak niat untuk merokok. Gak enak lagi melakukan sesuatu yang lebih banyak efek negatifnya, kan hidup kita cuma SEKALI, camkan itu : SATU KALI, TITIK. Gak sampai di situ, perjalanan hidup kita berakhir di negeri akhirat, tempat di mana kehidupan dunia yang cuma satu kali ini akan dipertanggungjawabkan dan dibalas dengan kehidupan abadi. Tinggal pilih, mau surga atau mau neraka.

Apa betul pajak (keuntungan) yang masuk ke negara bisa menutupi kerugian yang ditimbulkan rokok?

Kenyataannya tidak. Nilainya itu jomplang sekali, sampai trilyunan angkanya.

Coba lihat efek rokok, mulai dari individual sampai sistemik di negara kita.

Sayang, merokok itu sulit sekali dihentikan. Salah satunya karena kurang sosialisasi tentang perkara rokok ini. Ada regulasi memang, Undang Undang dan peraturan lain mengenai rokok, misalnya saja tidak diperbolehkan merokok di tempat publik (angkutan umum, gedung), tapi sosialisasinya sangat kurang. Apalagi sering tidak sinkron, mereka yang membuat peraturan kenyataannya juga tetap saja merokok. Bagaimana mau dilaksanakan?

Fenomena lain, justru yang merokok lebih banyak dari kalangan bawah. Kenapa banyak mereka yang merokok dari kalangan masyarakat bawah?

Karena rokok bagi orang miskin seperti satu-satunya hiburan. Mereka tidak bisa beli ini itu, tidak bisa shopping atau jalan-jalan, cuma itu satu-satunya hiburan mereka untuk melupakan problem hidup. (saat dosen saya mengatakan ini, saya terdiam lama sampai beliau melanjutkan).

Pendapatan seseorang yang paling besar untuk makan, tapi tahu tidak yang terbesar kedua itu untuk rokok. Coba kita lihat.

Pendapatan mereka dalam satu bulan tidak sampai satu juta, ambillah 700 ribu. Mereka yang merokok paling tidak menghabiskan satu bungkus per hari, kalau harga satu bungkus 10 ribu, maka dalam satu bulan pengeluaran untuk rokok 300 ribu rupiah. Pendapatan yang sudah kecil jadi tambah berlipat-lipat kecil, tidak cukup untuk kebutuhan lainnya.

(saya jadi berpikir, efek selanjutnya gizi keluarga tidak terpenuhi, pendidikan apalagi, makanya buat saya, mereka yang tidak merokok adalah orang yang BERTANGGUNG JAWAB, BERANI, dan MENCINTAI KELUARGA).

Belum kalau sudah sakit karena rokok, jadi tidak produktif, kan. Mereka tidak bisa cari uang tapi tetap butuh uang, jadilah membebani orang lain.

Dari merokok juga ada RISIKO TINGGI untuk KANKER, bukan cuma kanker paru-paru, tapi kanker dari UJUNG RAMBUT sampai UJUNG KAKI.

Banyak juga yang meninggal dini, meskipun beberapa sampai usia tua, tapi merokok saja sudah menghabiskan waktu mereka untuk produktif, kalau tidak produktif kan pendapatan negara yang defisit, ditambah kasus-kasus kesehatan karena angka morbiditas (sakit) yang tinggi. Ini juga gak cuma terhitung perokok aktif, perokok pasif juga.

Topik ini dikupas singkat oleh dosen PHOP saya. Sebenarnya baru gambaran singkat mengenai tugas yang akan diberikan ke setiap kelompok tutorial, jadi ya benar-benar singkat.

Saya jadi ingat pernah berkata pada teman saya yang awalnya ingin masuk Fakultas Ekonomi, “Na, paling gak, cari sesuatu yang luar biasa yang bisa gantiin rokok, aku juga belum tahu apa. Tapi ingin deh suatu saat ada yang bisa, dan pasti ada yang bisa. Nanti kita tinggal ambil alih pekerja-pekerja di pabrik rokok untuk kerja di pabrik itu. Terus kita bisa benar-benar merdeka dalam definisi yang sesungguhnya dari mister penjajah bernama rokok.”

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: