Cinta dalam Cinta-Nya


Bermula dari tulisan singkat sahabat saya, Tsabitah Naqiyah, di FB. Kami menulis beberapa baris kalimat tentang pemaknaan cinta yang dibingkai dengan ketaatan. Gak harus cinta antara Adam dan Hawwa’, lho. Konteksnya bisa cinta dengan saudara seiman. Cinta yang mengantar diri ini meniti langkah ke surga-Nya yang penuh cinta:)

Tsabitah :

Sesungguhnya jika seseorang tulus mencintaimu karena ALLAH SWT, maka ia tidak akan melihat kecantikan atau ketampananmu.. Tetapi melihat pancaran yg ada di hatimu.. kenapa? Karena kecantikan atau ketampanan akan sirna bersama berlalunya waktu. Kekayaan pun akan lesap bersama perputaran roda kehidupan. Sedang pancaran hati akan senantiasa abadi bersama Ridha Ilahi kepadamu..

Saya :

Cinta artinya do’a-doa yang mengalir tulus, nasihat-nasihat yang mengalir lembut, dan kesabaran teguh yang mendampingimu tumbuh menjadi hamba yang IA cintai..

Cinta tak terlecut fisik, tak terpacu materi.

Cinta yang didasarkan cinta Ilahi mencahaya, melesak ke langit, mewarnai dunia dengan keindahan Robbani.

-Burung Hijau dari Surga-

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: