Obrolan Telepon #1


“Kak, Ummi sama lho kayak Kakak, besok mau ujian, do’ain ya supaya bisa.”

Kalimat pembuka percakapan telepon sore tadi menarik dua sudut senyum di bibir saya.

“Nih Ummi lagi belajar, besok ujian tentang pengadaan barang.”

Lagi-lagi saya tersenyum, lalu mengatakan baru saja saya selesai membuat LI anatomi untuk kasus breast cancer.

Ummi menyambung topik, bercerita tentang temannya yang terbaring kritis di rumah sakit.

“Tadinya sudah diangkat, Kak, tapi ternyata ada tumor di bagian lainnya, jadi menyebar ke mana-mana.”

Nyaris saja saya menyahut, “Itu metastasis, Mi,” tapi urung, rasanya lebih menyenangkan menggunakan bahasa sederhana dengan Ummi. Seperti saat Ummi bercerita tentang dunia pendidikan dengan bahasa yang dapat saya pahami.

Entah benar atau tidak, rasanya tiap obrolan ringan dengan Ummi selalu berkisah dengan lincah tentang betapa menyenangkannya belajar.

Ummi juga masih belajar, lho. Itu artinya proses belajar sepanjang hayat.

Pembelajar.

Pembelajar cerdas yang tak mudah patah.

Pembelajar ikhlas yang tak mudah goyah.

Di manapun dan seperti apapun posisi kita, selalu ada hal yang bisa dipelajari, dicintai, dan diamalkan.

Berarti, Kakak harus selalu semangat belajar. Iya, kan?

“Barangsiapa yang menelusuri suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”
(Al Hadits)

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: