Pendar-pendar Semangat


Bismillaah…
Izinkan diri ini mengevaluasi langkah, inginkan diri ini menata langkah, tekadkan diri ini untuk memperbaiki langkah..
Tulisan-tulisan ini saya ‘temukan’ kembali di lembar catatan SMP saya, merasai kembali pendar-pendar semangat nan hangat..

10 Wasiat Hasan al Banna :

1. Jika kau mendengar adzan, segeralah lakukan sholat walau bagaimanapun kesibukanmu
2. Bacalah Al Qur’an, lakukan pengkajian, dengarlah pengajian dan berdzikirlah
3. Berusahalah membiasakan berbicara dengan bahasa Arab karena ia merupakan salah satu syi’ar Islam
4. Jangan memperbanyak perdebatan dalam semua urusan walau bagaimanapun keadaannya, sebab pertengkaran tidak akan mendatangkan perbaikan
5. Jangan banyak tertawa, karena orang yang selalu berhubungan dengan ALLAH bersifat tenang dan serius
6. Jangan banyak bergurau, sebab ummat yang berjihad hanya mengenal keseriusan
7. Jangan bersuara keras melebihi yang diperlukan pendengar karena hal itu selain menyakitkan juga termasuk perbuatan bodoh
8. Jangan mengumpat seseorang, jangan merendahkan lembaga-lembaga Islam dan jangan berbicara kecuali dalam kebaikan
9. Berkenalanlah dengan saudara dan teman-teman yang kau jumpai meskipun kau tidak diminta memperkenalkan diri, sebab dasar da’wah kita adalah kasih sayang dan persaudaraan
10. Kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang kita miliki, maka bantulah orang lain supaya memanfaatkan waktunya
Kalau engkau berurusan maka persingkatlah pelaksanaannya

Serangkaian catatan lain yang tertulis indah di KuNang (buku kenangan) SMP :

Anakku tersayang…..

Jalan da’wah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal
Lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya, syurga, dan ridho Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya

Jika engkau cinta… Maka da’wah adalah paham
Mengerti tentang Islam, risalah anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya
Seperti Mughiroh bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra

Jika engkau cinta.. Maka da’wah adalah ikhlas
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya
Seperti kata Abul Anbiya, ”Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Robb semesta”
Berikan hatimu pada Dia, katakan ”Allaahu ghooyatunaa”

Jika engkau cinta… Maka da’wah adalah amal
Membangun kejayaan ummat, kapan saja di mana saja berada
Yang bernilai adalah kerja, bukan semata ilmu apalagi lamunan
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir
Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga Negara
Bangun aktivitas secara tertib ’tuk mencapai kejayaan

Jika engkau cinta… Maka da’wah adalah jihad
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan
Tinggikan kalimat Allah, rendahkan ocehan syaithan durjana
Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya,
Tinggalkan kemaksiatan, lamban dan berpangku tangan

Jika engkau cinta… Maka da’wah adalah taat
Kepada Allah dan Rosul, Al Qur’an dan sunnahnya
Serta orang-orang bertaqwa yang tertata
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
Karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah

Jika engkau cinta… Maka da’wah adalah tadhhiyah
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi dan pantang meminta
Bersedialah dengan banyak kehilangan dengan sedikit menerima
Karena yang di sisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka
Sedangkan tiap tetes keringat berpahala lipat ganda

Jika engkau cinta… Maka da’wah adalah tsabat
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan
Teguh dalam barisan                                                                                                                   Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan

Jika engkau cinta… Maka da’wah adalah tajarrud
Ikhlas di setiap langkah
Padukan seluruh potensi
Engkau da’i sebelum apa adanya engkau
Da’wah tugas utamamu, sedang lainnya hanya selingan

Jika engkau cinta… Maka da’wah adalah tsiqoh
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan
Kepada Allah, Rosul, Islam, Qiyadah dan junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujuran
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah

Jika engkau cinta… Maka da’wah adalah ukhuwwah
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mujahidin
Lapang dada merupakan syarat terendahnya, itsar bentuk tertingginya

Dan Allah yang Maha Mengetahui, menghimpun hati-hati para da’i dalam cinta-Nya
Berjumpa karena taat kepada-Nya
Melebur satu dalam da’wah ke jalan ALLAH Saling berjanji untuk menolong syari’at-Nya

(Untaian Mutiara dari Guru kami, setelah saya baca, ternyata merupakan puisi yang dibuat oleh Ust. Aus Hidayat Nur)

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: