Kesetiaan Awan


Asa mengernyit di tengah terik,

mempertanyakan stagnasi awan pada tepian langit

Rumput-rumput dengan bijak menjawab,

“Awan ada di sana tuk mengawal kita..”

Bukan sebuah stagnasi apalagi kemalasan,

tetapi kesetiaan untuk menemani

Mereka memagari dengan kokoh,

bukan terdiam lemas tak berdaya jika tiba saatnya nanti,

awan akan membumbung menjadi hujan yang kita pinta

Asa mengangguk paham,

Kemudian pulang ke dalam jiwa dengan pemahaman,

Kesetiaan ada karena kesabaran,

dan ia ada untuk memberi..

 

Jatinangor, 17 Oktober 2010

(saat duduk di lapangan dalam kepungan awan)

Advertisements
Previous Post
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: