Raihana Adik Kecilku



Raihana adik kecilku,
yang selalu bersemangat berteriak Tataa’ (kakak) saat kupulang,
bahkan ketika aku baru membuka pagar,
lalu meloncat kegirangan dan tersenyum menawan di balik jendela
Rasanya tak ada putri yang menyaingimu di mataku,
karena kekayaanmu adalah pelukan hangatmu
nanti aku akan lekas mandi,
lalu telentang di lantai menyibak rambut pendekmu,
bermain sisir dan kuncirku,
membuka-buka buku kesukaanmu dan menmbacakannya di hadapan mata bulatmu,
mencoret-coret buku gambarku,
mengacak-acak kamarku,
atau kadang merobek buku pelajaranku
Ah, begitu padat jadwal kita di rumah
kadang kau merengek minta dibukakan kulkas,
mencari apa saja : susu, permen, melon, bahkan tomatku pun kau minta

Saat membaca berita di koran,
dan orang-orang dewasa sibuk berbicara pemilihan presiden,
kau tersenyum nakal saat aku berkata,
biar saja aku jadi capres ke-4 dan engkau menjadi cawapresku,
kita adalah perwakilan Partai Ikan Sedunia
karena tawa ceriamu selalu menggelitik telingaku
tiap kali kita buka gambar-gambar ikan yang kusimpan di folderku,
mungkin, kalau negara kita banyak ikan,
kau akan melonjak gembira tiap saat, adikku
orang dewasa hanya tersenyum, yah, itu hanya candaku
kita jadi capres-cawapres tunggal saja,
di negeri ikan yang kita gambar di bukuku
karena mengurus negeri yang besar ini bisa-bisa membuatmu yang belum genap 2 tahun beruban lebih awal,
bahkan kita kehilangan jadwal sibuk kita saat aku pulang

Raihana adik kecilku, dulu aku suka mengunyah biskuit bayimu,
yang kadang kau suapi dengan tangan basahmu,
dan sekarang saat kau lebih besar,
kita berbagi makanan dari mulutku
tak masalah, selama kau tumbuh dengan cinta,
aku tak akan keberatan saat waktu makanku terganggu
atau saat aku menyertaimu menyaksikan film-film kanak-kanak,
kau tahu?
aku lebih menyukainya daripada sinetron dan film-film racun
maka, saat itu kita akan mengambil bantal,
atau membiarkan dirimu bersandar di pangkuanku

Duh, adik kecilku sebentar lagi aku naik kelas tiga,
sebentar lagi akan kuliah
dan hanya beberapa tahun lagi yang kupunya di rumah
mungkin aku akan lebih banyak menghilang atau jarang pulang,
karena impian kedokteranku mungkin membawaku ke daerah yang jauh
tapi selama itu, aku akan mengirimkan do’a untukmu,
juga kisah-kisah baru tentang perjalanan awanku..
ingatlah selalu kakakmu yang berhembus di atmosfer sahajamu,
kelak kita akan melukis pelangi bersama-sama dengan Kakak Muthi-mu juga…

semoga ALLAH senantiasa melindungi-Mu..

(Aku anak pertama, adikku Muthi’ah 13 tahun, dan adik sepupu kami Hana hampir 2 tahun)

29 Mei 2009 (dari ‘rumah Multiply’ ku)

NB : Sekarang Hana sudah hampir 3 tahun dan sebentar lagi bersekolah di Play Group

Advertisements
Next Post
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: